Kamis, 31 Agustus 2017

Do good deeds while we are still living on Earth

Kehidupan kita di dunia hanya sementara;

Tetapi ketika kita mati, kehidupan kita disana akan kekal.

Jadi, berbuat baik lah selama kita masih hidup di dunia ini.

Siap Siaga Dalam Menjalani Hidup



TUHAN menganugerahkan kehendak bebas kepada manusia agar manusia dapat memilih jalannya sendiri secara bijaksana dalam menapaki penziarahan hidup.

Ada orang yang memiliki prinsip: karena hidup hanya sekali saja, maka harus dinikmati sepuas-puasnya, tidak peduli akan laranganNya. Mereka beranggapan bahwa masih banyak waktu untuk melakukan pertobatan, saat sekarang lebih baik digunakan untuk mereguk manisnya madu kehidupan.

Namun ada juga yang selalu bersikap waspada dan berjaga-jaga. 
Mereka mempersembahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan; mengisi hari-harinya dengan tekun berdoa, berbuat baik, menebarkan kasih dan pengampunan, melayani sesama dengan tulus.

Mana yang akan kita pilih?

Sadari bahwa hidup di dunia hanya sementara. Tujuan akhir kita adalah untuk hidup berbahagia selamanya bersama Tuhan di dalam kerajaanNya. Mari tumbuhkan semangat kesiapsiagaan dalam menanti kedatanganNya, jangan menunda-nunda pertobatan agar kita dalam keadaan layak saat Ia memanggil kita..(vha)

Rabu, 30 Agustus 2017

HYPOCRISY

SETIAP orang adalah tulus bila sendirian.
Kemunafikan dimulai ketika orang kedua hadir.

Kemunafikan

INJIL hari ini masih berkisah seputar kecaman Yesus terhadap ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka dikatakan bagai kuburan, indah di luar namun penuh kebusukan di dalamnya.

Kecaman Yesus hendaknya membawa kita kepada introspeksi diri. Kita juga kerap melakukan hal yang sama meski dalam skala yang kecil, misalnya

Bertutur kata dengan lemah lembut dan manis kepada sahabat dan tetangga namun berbicara secara kasar terhadap pembantu dan sopir;

Menasihati anak untuk tidak mencontek saat ulangan, tapi di kantor melakukan berbagai kecurangan
Dalam pelayanan bersikap seperti malaikat, ketika di rumah berubah 180 derajat

Sadari bahwa Tuhan menyelidik hati kita, Ia mengetahui semua yang tersembunyi di dalam lubuk hati yang terdalam. Tidak ada gunanya memamerkan kehidupan yang saleh, sementara hati kita penuh dengan iri hati, dendam, kebencian dan kejahatan; karena semuanya akan terungkap di hadapanNya.

Coba cermati sikap hidup kita; bila selama ini kita hidup dalam kepalsuan, mari buang semua topeng-topeng kemunafikan yang kita kenakan, dan perbaiki diri agar hidup kita berkenan di hadapanNya..(vha)


Selasa, 29 Agustus 2017

One man with courage

SATU orang dengan keberanian, menciptakan mayoritas

Keberanian Untuk Menyuarakan Kebenaran

YOHANES Pembaptis tak gentar menyuarakan kebenaran. Ia menegur Raja Herodes yang telah berbuat salah. Akibatnya, ia harus mendekam di penjara dan pada akhirnya kehilangan nyawanya.

Manusia cenderung mencari zona yang aman dan nyaman bagi dirinya. Sehingga saat berhadapan dengan situasi yang pelik, banyak orang yang lebih memilih untuk diam seribu bahasa daripada menyatakan kebenaran. Mereka takut akan resiko yang harus dihadapi.

Namun sebagai murid Kristus kita dituntut untuk memiliki sikap yang berbeda; kita harus berani melawan arus. Suarakan kebenaran, jangan bersikap masa bodoh. Jangan juga ikut-ikutan memilih hal yang salah, hanya karena semua orang melakukannya. Sadari bahwa kebenaran adalah tetap kebenaran, meskipun disuarakan oleh sedikit orang saja.

Mari senantiasa hidup jujur dan benar di hadapanNya. Mohon kekuatan daripadaNya agar kita tidak gentar untuk memperjuangkan kebenaran dan tetap setia melangkah di jalanNya meski banyak perlawanan dan pertentangan yang harus kita hadapi.

Senin, 28 Agustus 2017