Rabu, 31 Agustus 2016

To Serve with whole heart

MELAYANI menjadi indah, tapi hanya jika dilakukan dengan sukacita dan segenap hati serta pikiran yang bebas

Melayani, Ungkapan Syukur Atas Kasih Allah

PENGALAMAN dikasihi Tuhan, mendorong ibu mertua Petrus untuk segera bangkit dan melayani Yesus dan para murid.

Sadari bahwa kita sudah menerima keselamatan lewat pengurbananNya di salib. Kita juga sudah merasakan penyertaanNya yang tidak berkesudahan di sepanjang hidup kita. Betapa Ia tetap mengasihi kita walau kita kerap tidak setia kepadaNya.

Maka sebagai ungkapan syukur dan terima kasih kita kepadaNya, mari wartakan kabar keselamatan lewat pelayanan yang tulus dan penuh kasih kepada siapa saja, tanpa memandang status dan latar belakang.

Namun, sesibuk apapun kita di dalam kehidupan kita sehari-hari, kita harus senantiasa meluangkan waktu untuk berelasi denganNya, agar kita memperoleh kekuatan dan semangat baru dalam meneruskan perjalanan hidup kita.

Laksanakan tugas yang dipercayakanNya kepada kita dengan setia dan rendah hati, semoga semakin banyak orang bersukacita mengalami kasihNya..(vha)

Selasa, 30 Agustus 2016

PERFECT VS OBEDIENCE

TUHAN tidak mengatakan jadilah sempurna.
Ia mengatakan jadilah taat.
 

Ketaatan Pada Sabda Berbuah Keselamatan

SETELAH mengalami penolakan di Nazaret, Yesus melanjutkan perjalananNya ke Kapernaum. Di sana, orang-orang menerima kehadiran Yesus dan takjub mendengar pengajaranNya. Bahkan setan pun mengenal dan mengakui Yesus sebagai yang kudus yang berasal dari Allah sehingga mereka takluk saat mendengar hardikanNya.

Jika setan saja mengakui Yesus dan taat kepada perintahNya, mengapa kita yang mengaku sebagai muridNya kerap melawan perintahNya dan menyakiti hatiNya? Tiada gunanya mulut kita memuji dan memuliakan namaNya sementara tindakan kita justru bertolak belakang dengan sabdaNya. Sadari bahwa iman tanpa perbuatan nyata merupakan iman yang mati.

Mari buka hati kita, perkenankan sabdaNya membentuk kita agar hidup selaras dengan kehendakNya. Setia berpegang pada sabdaNya dan bersedia bekerja sama denganNya, maka kita memiliki kekuatan untuk menolak hal-hal yang jahat, dan melangkah menuju jalan keselamatan..(vha)

Senin, 29 Agustus 2016

Bukti Akhir Kebesaran

BUKTI akhir kebesaran seseorang terletak pada kemampuan untuk menerima kritik tanpa kebencian

Jadi Saksi KebenaranNya

YOHANES Pembaptis pernah menegur Raja Herodes dan istrinya, Herodias, agar mereka bertobat dan hidup benar di hadapan Tuhan. Teguran Yohanes sangat melukai hati Herodias dan menumbuhkan kebencian. Begitu ada kesempatan, Herodias pun segera melampiaskan dendamnya.

Dalam merayakan pesta kemartiran Yohanes pada hari ini, kita semua diundang untuk:

Berani menyuarakan kebenaran, walau harus menghadapi berbagai kesulitan, penolakan dan penderitaan
Dengan rendah hati menerima teguran dan kritikan dari orang lain demi kebaikan diri kita sendiri
Menjauhkan diri dari sikap balas dendam dan undang Yesus untuk membantu kita dalam memulihkan hati yang terluka sehingga dengan kasihNya, kita mampu memberi pengampunan tanpa batas.
Bijaksana dalam mengucapkan janji; jangan mengobral janji saat hati kita diliputi kegembiraan.

Semoga dengan selalu bersatu denganNya, kita dapat meneladani St. Yohanes Pembaptis, menjadi pribadi yang setia melangkah di jalan kebenaranNya..(vha)

Sabtu, 27 Agustus 2016