MENANGGAPI pertanyaan orang Saduki yang tidak percaya akan adanya kebangkitan dan kehidupan kekal, dengan tegas Yesus menyatakan bahwa mereka orang-orang sesat. Mereka sudah membaca kitab Musa, yang di dalamnya tertulis firman Allah yang berbunyi bahwa Ia adalah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Allah bukanlah Allah orang mati melainkan Allah orang hidup. Namun mereka tetap tidak mengerti akan Kitab Suci dan kuasa Allah.
Ketika manusia pertama jatuh ke dalam dosa, memang tercipta jurang yang tak terseberangi, yang memisahkan manusia dari Allah. Namun karena Allah sangat mencintai manusia, diutusNya putra TunggalNya, Yesus Kristus, agar manusia memperoleh keselamatan. Lewat penderitaan, wafat dan kebangkitanNya, maut telah dikalahkan, relasi manusia dengan Allah dipulihkan kembali.
Dengan demikian, kematian bukan akhir dari segalanya; kematian merupakan awal dari sebuah kehidupan baru. Karena hidup bukan dimusnahkan melainkan diubah. Saat dibangkitkan, manusia dianugerahi tubuh spiritual, yang membuat manusia dapat menjalani hidup abadi seperti para malaikat di surga.
Kehidupan di dunia hanya bersifat sementara, oleh sebab itu kita harus mempersiapkan diri sedini mungkin untuk menjalani hidup seturut ajaranNya, agar ketika saat kita tiba, didapatiNya kita tetap setia kepadaNya sehingga kita diperkenankan untuk masuk ke dalam rumah Bapa, menikmati kehidupan kekal bersamaNya..(vha)
Rabu, 07 Juni 2017
Selasa, 06 Juni 2017
Keseimbangan dalam Hidup
HIDUP adalah tentang keseimbangan;
Berbaikhatilah dengan sesama, tapi jangan biarkan mereka mempermainkan anda.
Percaya, tapi jangan mudah tertipu.
Puas, tapi jangan pernah berhenti memperbaiki diri.
Berbaikhatilah dengan sesama, tapi jangan biarkan mereka mempermainkan anda.
Percaya, tapi jangan mudah tertipu.
Puas, tapi jangan pernah berhenti memperbaiki diri.
Keseimbangan Hidup
SABDA Yesus pada hari ini mengajarkan kita semua agar seimbang dalam menjalani hidup. Jangan hanya berfokus pada yang satu dan mengabaikan yang lain. Tanpa keseimbangan, kehidupan kita akan timpang. Sebaliknya, dengan keseimbangan, hidup kita akan membuahkan keharmonisan.
Untuk itu, di dalam menjalani kehidupan ini, kita harus menerapkan hal-hal berikut:
Kasih kepada Allah harus terwujud di dalam kasih kepada sesama. Dan kasih terhadap sesama harus dilandasi oleh kasih kepada Allah. Sadari bahwa Hukum Kasih ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Karya dan pelayanan harus dilandasi doa. Tanpa dukungan doa, hanya berkarya dan melayani terus menerus, membuat kita menjadi lelah, jenuh dan mengalami kekeringan. Pada akhirnya karya dan pelayanan kita menjadi suatu rutinitas belaka tanpa dijiwai kasih. Sebaliknya, berdoa saja tanpa berusaha sedikitpun untuk berkarya dan melayani, sama halnya dengan iman tanpa perbuatan, yang pada hakikatnya adalah mati.
Kehidupan menggereja tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat. Sebagai anggota gereja yang baik, kita harus mau ikut terlibat dan memberikan kontribusi yang positif dan berharga bagi masyarakat sekitar. Jangan bersikap eksklusif, karena tanpa kesediaan untuk berbaur dan berkecimpung di dalam masyarakat, maka sikap dan tindakan kita hanya akan memperlebar jurang pemisah.
Mari mohon rahmat kebijaksanaan dan pengendalian diri daripadaNya, agar kita dapat menjadi warga gereja dan warga masyarakat yang baik, hidup seimbang seturut kehendakNya..(vha)
Untuk itu, di dalam menjalani kehidupan ini, kita harus menerapkan hal-hal berikut:
Kasih kepada Allah harus terwujud di dalam kasih kepada sesama. Dan kasih terhadap sesama harus dilandasi oleh kasih kepada Allah. Sadari bahwa Hukum Kasih ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Karya dan pelayanan harus dilandasi doa. Tanpa dukungan doa, hanya berkarya dan melayani terus menerus, membuat kita menjadi lelah, jenuh dan mengalami kekeringan. Pada akhirnya karya dan pelayanan kita menjadi suatu rutinitas belaka tanpa dijiwai kasih. Sebaliknya, berdoa saja tanpa berusaha sedikitpun untuk berkarya dan melayani, sama halnya dengan iman tanpa perbuatan, yang pada hakikatnya adalah mati.
Kehidupan menggereja tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat. Sebagai anggota gereja yang baik, kita harus mau ikut terlibat dan memberikan kontribusi yang positif dan berharga bagi masyarakat sekitar. Jangan bersikap eksklusif, karena tanpa kesediaan untuk berbaur dan berkecimpung di dalam masyarakat, maka sikap dan tindakan kita hanya akan memperlebar jurang pemisah.
Mari mohon rahmat kebijaksanaan dan pengendalian diri daripadaNya, agar kita dapat menjadi warga gereja dan warga masyarakat yang baik, hidup seimbang seturut kehendakNya..(vha)
Senin, 05 Juni 2017
Berbahagialah atas apa yang kita miliki
KITA sering lupa bahwa kebahagiaan bukan berasal dari usaha untuk memperoleh sesuatu yang belum kita miliki, melainkan dari mensyukuri dan menghargai apa yang kita miliki.
Tuhan Sumber Kebahagiaan Sejati
DALAM Injil pada hari ini, dikisahkan tentang penggarap kebun anggur yang tidak tahu berterima kasih dan bersyukur atas kebaikan sang pemilik kebun. Keserakahan membutakan mata hati mereka, membuat mereka tega membunuh anak pemilik kebun demi menguasai harta miliknya.
Banyak orang mengukur kebahagiaan dari harta, kekuasaan dan popularitas sehingga mereka berusaha dengan sekuat tenaga untuk mendapatkannya. Kelekatan terhadap hal-hal tersebut membuat mereka tidak pernah merasa cukup dan puas, sehingga lama kelamaan mereka menjadi budak dari hawa nafsu mereka, yang membuat mereka bersedia melakukan apa saja demi memperoleh yang diidam-idamkannya.
Sadari bahwa hidup di dunia ini hanya sementara. Jangan sampai kita terseret masuk ke dalam kebinasaan abadi akibat mengejar kebahagiaan semu.
Kebahagiaan sejati hanya didapat dengan melekat kepada Tuhan. Dengan senantiasa bersandar kepadaNya dan mengandalkan Dia sepenuhnya, maka kita mendapatkan kekuatan untuk tetap melangkah, melanjutkan perjalanan hidup kita seturut kehendakNya; walau banyak kesulitan dan penderitaan menghadang kita.
Sebagai ungkapan syukur dan terima kasih atas kasih dan penyertaanNya yang tak berkesudahan, mari kita menjadi penggarap kebunNya yang baik, menghasilkan buah-buah kebaikan bagi sesama..(vha)
Banyak orang mengukur kebahagiaan dari harta, kekuasaan dan popularitas sehingga mereka berusaha dengan sekuat tenaga untuk mendapatkannya. Kelekatan terhadap hal-hal tersebut membuat mereka tidak pernah merasa cukup dan puas, sehingga lama kelamaan mereka menjadi budak dari hawa nafsu mereka, yang membuat mereka bersedia melakukan apa saja demi memperoleh yang diidam-idamkannya.
Sadari bahwa hidup di dunia ini hanya sementara. Jangan sampai kita terseret masuk ke dalam kebinasaan abadi akibat mengejar kebahagiaan semu.
Kebahagiaan sejati hanya didapat dengan melekat kepada Tuhan. Dengan senantiasa bersandar kepadaNya dan mengandalkan Dia sepenuhnya, maka kita mendapatkan kekuatan untuk tetap melangkah, melanjutkan perjalanan hidup kita seturut kehendakNya; walau banyak kesulitan dan penderitaan menghadang kita.
Sebagai ungkapan syukur dan terima kasih atas kasih dan penyertaanNya yang tak berkesudahan, mari kita menjadi penggarap kebunNya yang baik, menghasilkan buah-buah kebaikan bagi sesama..(vha)
Jumat, 02 Juni 2017
WHAT ARE YOU DOING FOR OTHERS
PERTANYAAN paling tegas dan mendesak di kehidupan ini adalah :
"APA YANG ANDA LAKUKAN UNTUK SESAMA ?"
"APA YANG ANDA LAKUKAN UNTUK SESAMA ?"
Mengasihi Yesus Lewat Karya Dan Pelayanan
LEWAT sabdaNya pada hari ini, Yesus menegaskan bahwa kasih kepada Tuhan tidaklah cukup bila diungkapkan hanya sebatas kata-kata di mulut saja, melainkan harus tampak nyata dan terwujud di dalam seluruh sikap dan tindakan kita terhadap sesama.
Ia memanggil kita semua untuk menjadi gembala yang baik dan murah hati sebagaimana telah diteladankan olehNya, Sang Gembala Agung. Dengan demikian, kita harus selalu mengutamakan Dia di atas segalanya, menjalankan hidup seperti Dia; mencurahkan waktu, tenaga, pikiran untuk melayani sesama dengan setia, tulus dan penuh kasih.
Tugas yang diberikan tidaklah mudah, namun kita tidak boleh gentar dalam menghadapi berbagai hambatan dan godaan yang menghadang kita. Mari membuka hati seluas-luasnya bagi Dia, perkenankan Ia meraja dan berkarya di dalam hidup kita. Dengan pimpinanNya, kita dimampukan untuk menuntun dan mengarahkan setiap orang menuju jalan keselamatan..(vha)
Ia memanggil kita semua untuk menjadi gembala yang baik dan murah hati sebagaimana telah diteladankan olehNya, Sang Gembala Agung. Dengan demikian, kita harus selalu mengutamakan Dia di atas segalanya, menjalankan hidup seperti Dia; mencurahkan waktu, tenaga, pikiran untuk melayani sesama dengan setia, tulus dan penuh kasih.
Tugas yang diberikan tidaklah mudah, namun kita tidak boleh gentar dalam menghadapi berbagai hambatan dan godaan yang menghadang kita. Mari membuka hati seluas-luasnya bagi Dia, perkenankan Ia meraja dan berkarya di dalam hidup kita. Dengan pimpinanNya, kita dimampukan untuk menuntun dan mengarahkan setiap orang menuju jalan keselamatan..(vha)
Langganan:
Postingan (Atom)






