Jumat, 18 November 2016

Jaga Kekudusan Tubuh Sebagai Bait Allah

MELALUI Sakramen Baptis, kita diangkat menjadi anak Allah. Tubuh kita dimurnikan dan menjadi Bait Allah, tempat Dia bersemayam.

Namun kerap kita tidak menghargainya, kita lebih mengutamakan perkara duniawi sehingga tiada tempat bagi Dia di dalam hati kita. Kita juga sering menodainya dengan berbagai pikiran, perkataan dan perbuatan yang berlawanan dengan ajaranNya.

Sadari betapa besar pengurbanan Yesus bagi kita. Mari ubah haluan hidup kita, raih kekudusan dengan berjuang untuk hidup sesuai martabat kita sebagai anak Allah. Buang segala hal yang tidak berkenan di hadapanNya, jadilah pelaku firman dan selalu setia menerima tubuh dan darahNya sebagai santapan rohani, yang akan memberi kekuatan bagi kita dalam menapaki penziarahan hidup ini..(vha)

Rabu, 16 November 2016

NOT equal Talents BUT equal Opportunity

SETIAP orang tidak memiliki bakat yang sama, tetapi setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakatnya
 

Setia Dan Tekun Kembangkan Talenta

TUHAN menganugerahkan bakat, ketrampilan, kemampuan, kecerdasan yang berbeda-beda kadarnya kepada setiap orang. Dengan murah hati, Ia mempercayakan talenta-talenta tersebut kepada kita semua dengan tujuan agar kita melipatgandakannya.

Sekecil apapun talenta yang diterima, jangan pernah mengabaikannya. Ketekunan dan kesetiaan dalam mengembangkan talenta secara kreatif, niscaya akan membuahkan hasil yang bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun bagi orang banyak.

Sadari bahwa hidup kita dibatasi waktu; kelak di hadapan Tuhan kita harus mempertanggungjawabkan seluruh tindakan kita. Mari manfaatkan talenta yang dipercayakanNya, untuk berkarya dengan sebaik-baiknya demi kemuliaanNya dan bagi pengembangan kerajaanNya di muka bumi ini..(vha)

Selasa, 15 November 2016

DESIRE

TITIK awal dari semua pencapaian adalah kehendak

Pertobatan Sejati Membuahkan Keselamatan

ZAKHEUS rindu untuk berjumpa dengan Yesus. Menyadari tubuhnya pendek, ia pun bergegas memanjat pohon. Tak dipedulikannya status dan harga dirinya sebagai seorang kepala pemungut cukai. Yesus yang melihat kesungguhan hati Zakheus, kemudian menyapanya dan tinggal di rumahnya. Keselamatan terjadi di rumah Zakheus.

Hati dan pikiran kerdil menyebabkan kita selalu berfokus kepada kepentingan diri sendiri, dan menjadi penghalang utama bagi kita untuk berjumpa dengan Yesus.

Mari tanggalkan seluruh keangkuhan, kemunafikan dan keegoisan diri.
Belajar untuk memiliki:
kehendak yang kuat untuk terus menerus mencari Dia; hati yang terbuka, memperkenankan Dia masuk untuk bertahta dan meraja di dalam hati; agar kita menjadi baitNya yang kudus.

Wujudnyatakan pertobatan kita dengan setia hidup di jalanNya. Dan sebagai silih atas dosa dan kesalahan kita, mari tekun menebarkan kasih yang tulus kepada setiap orang, termasuk kepada orang-orang yang telah kita sakiti.

Semoga kelak kita layak memperoleh mahkota keselamatan abadi..(vha)

Senin, 14 November 2016

FAITH

IMAN melihat yang tidak terlihat, percaya kepada yang sulit dipercaya, dan menerima hal hal yang mustahil


Corrie Ten Boom

Iman dan Pengharapan Sejati Menuntun Kepada Jalan Keselamatan

PENGEMIS buta di Yerikho, hidup di dalam kegelapan. Namun imannya yang teguh disertai usaha yang tak kenal lelah, akhirnya membuahkan hasil. Yesus datang menghampiri dan memulihkannya.

Pertobatan adalah proses yang tidak mudah, terlebih bagi orang-orang yang selama hidupnya tenggelam di dalam kegelapan dosa. Saat mereka memutuskan untuk bertobat, banyak sekali tantangan dan hambatan yang harus dihadapi, baik yang datang dari diri sendiri maupun dari orang di sekitarnya.

Untuk itu, dibutuhkan:
Kerendahan hati untuk berseru memanggil namaNya, memohon pengampunanNya, dan mengakui seluruh dosa dan kesalahan di hadapanNya
Usaha yang keras, komitmen yang tinggi dan kesungguhan hati untuk meninggalkan kehidupan lama yang selama ini telah dijalani;
Semangat pantang menyerah dalam menghadapi cibiran dan tatapan mata orang banyak, yang curiga dan tidak percaya ;
Dan yang terutama adalah memiliki iman yang teguh dan pengharapan yang tidak pernah sirna.

Percaya dan andalkan Yesus, Dia pasti datang menghampiri, menjamah dan memulihkan. Ia juga akan mendampingi dan memberikan kekuatan agar kita hidup di dalam terangNya dan melangkah bersamaNya menapaki jalan keselamatan..(vha)