Senin, 05 September 2016

Hukum Kasih Hukum Terutama



PARA ahli Taurat dan orang Farisi menampilkan sikap hidup mereka yang saleh dengan cara menjunjung tinggi hukum Taurat, tapi sayangnya mereka tidak mempedulikan keadaan sesama yang menderita.

Yesus datang membawa nilai baru; menyempurnakan hukum Taurat dengan hukum Kasih. BagiNya, menunjukkan kepedulian dan tindakan kasih kepada sesama, jauh lebih bernilai daripada ketaatan yang mutlak terhadap peraturan.

Sadari bahwa patuh pada peraturan bukanlah alasan bagi seseorang untuk menolak melaksanakan perbuatan kasih. Hendaknya kita tidak membatasi karya Allah lewat segala macam peraturan, karena Allah berkarya setiap saat, bukan hanya pada hari dan jam tertentu.

Mari mohon rahmat dan kasihNya agar lewat karya dan pelayanan yang tulus dan penuh kasih,

kita dimampukan untuk menebarkan belas kasih kepada sesama di sekitar yang mendambakan uluran tangan kita..(vha)

Sabtu, 03 September 2016

LOVE & KINDNESS

Kasih dan kebaikan tidak pernah sia-sia.
Mereka selalu membuat perbedaan.
Mereka memberkati orang yang menerima dan juga anda...
sipemberi.

Kasih Mengatasi Peraturan

INJIL pada hari ini mengundang kita untuk selalu mengutamakan kasih di atas segala peraturan yang berlaku. Memang, peraturan dibuat tuk kebaikan bersama, namun jangan sampai pelaksanaan peraturan yang terlalu ketat malah menciptakan jurang pemisah antara kita dan sesama.

Sebagai contoh, ada orang-orang yang sangat mengkramatkan angka 9 di dalam menjalankan doa Novena. Mereka mempunyai pemikiran bahwa Tuhan hanya akan mengabulkan permohonan mereka bila mereka melaksanakan doa Novena secara sempurna, selama sembilan kali berturut-turut tanpa terputus. Dengan demikian, saat ada tetangga yang kena musibah dan membutuhkan pertolongan segera, mereka akan mengungkapkan berbagai macam alasan penolakan demi mengejar kesempurnaan dalam doa Novena. Ketaatan pada peraturan membuat mereka mengabaikan hukum kasih.

Sadari bahwa kita tidak dapat mengatur atau membeli Tuhan dengan berbagai macam doa dan devosi. Doa dan devosi seharusnya membawa kita untuk lebih dekat kepadaNya, dan mendorong kita untuk peduli, serta memiliki belas kasih kepada sesama.

Mari kita bersikap bijaksana dalam menjalankan peraturan, karena keselamatan kita kelak bukan ditentukan oleh seberapa taat kita kepada peraturan, namun seberapa setia kita sudah menerapkan hukum kasih di dalam kehidupan sehari-hari..(vha)

Jumat, 02 September 2016

CHANGE IS HARD

PERUBAHAN itu sulit karena orang melebih-lebihkan nilai yang mereka miliki dan meremehkan nilai yang akan diperoleh

Hidup Baru

SAAT kita mengambil keputusan untuk menerima Yesus di dalam hidup kita, kita harus memiliki tekad yang teguh untuk meninggalkan cara hidup yang lama. Kita harus bertobat, tidak saja menyesali seluruh perbuatan dan dosa kita yang lalu, namun juga harus berbalik arah, membelakangi semua hal yang tidak berkenan di hatiNya.

Buang segala kebencian, dendam, amarah, kesombongan, keserakahan, iri hati yang bersarang di hati. Miliki sebuah hati yang baru, yang terbuka akan firman Nya dan bersedia dibentuk olehNya sehingga kita bertumbuh di dalam kasih dan kebenaranNya. Dengan demikian kita menjalani suatu hidup baru, hidup yang dipimpin olehNya, yang berbuahkan karya dan pelayanan yang tulus dan penuh kasih.

Mari menjadi kantung anggur yang baru bagi Yesus, sang anggur baru; dengan memperkenankan Dia bertahta dan merajai seluruh kehidupan kita..(vha)

Kamis, 01 September 2016

ZONA NYAMAN

DI setiap saat kita memiliki dua pilihan: melangkah maju untuk bertumbuh atau melangkah mundur mencari aman.

Keluar Dari Zona Nyaman

MANUSIA mempunyai kecenderungan untuk memilih hidup yang aman dan menyenangkan daripada menjalani hidup yang penuh dengan tantangan. Begitu pula dengan pengikut Kristus, banyak yang memilih untuk menjadi “penonton” saja. Datang ke gereja, rajin berdoa, tapi sama sekali tidak mau ikut terlibat dalam kegiatan di lingkungan, komunitas, paroki atau masyarakat. Mereka tidak peduli pada orang di sekitarnya, hanya pandai berkomentar atau mencela saja.

Yesus memanggil kita semua untuk melangkah keluar dari zona kenyamanan kita. Jangan hanya puas jadi “penonton” tapi berani ambil keputusan menjadi “pemain”. Memang tidak mudah, pasti akan hadapi berbagai penolakan dan hambatan, punya tanggung jawab yang besar, bahkan berkurban waktu, tenaga, perasaan, pikiran dan materi untuk melayani Dia dan sesama.

Sadari bahwa setiap pribadi memiliki peran untuk mewartakan kerajaan Allah sesuai profesi masing-masing. Mari taat kepada perintahNya untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam dan menjadi penjala manusia. Jangan takut dan bimbang, Yesus adalah sahabat sejati kita yang tak pernah meninggalkan kita sendirian dan Ia pasti membekali kita dengan semua yang dibutuhkan..(vha)